Jumat, 11 November 2016

MAKALAH KEDATANGAN BANGSA ASING, REVOLUSI, DAN PASKA REVOLUSI CHINA

MAKALAH KEDATANGAN
BANGSA ASING, REVOLUSI,
DAN PASKA REVOLUSI CHINA




BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
China merupakan negera besar dengan dinasti yang berjaya ribuan tahun, selain itu banyak bangsa asing seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan Portugis sudah masuk ke China. Bagi bangsa asing China merupakan berlian yang belum diasah dengan segala kekayaannya, hal ini menarik perhatian bangsa asing.

Setelah China melakukan Revolusi untuk pertama kalinya otomatis Dinasti China semakin terdesak dan menghilang. Dinasti yang terahir berkuasa adalah Dinasti Manchu, selain itu kekalahan China atas Inggris membuat Dinasti Manchu semakin lemah dan tidak berdaya, ditamabah dengan Sun Yat Sen mengobarkan revolusi 1911 praktis mengakhiri Era Dinasti yang berjaya ribuan tahun di China sendiri.

            Selain itu Revolusi China juga memperngaruni bidang Agraria, Nasionalisasi Perusahaan, Sentralisasi pajak dalam bidang social perekonomian. Dalam dibang kebudayaan China paska Revormasi sangat ketet akan kebuayaan China itu sendiri yang mengakibatkan banyak kebudayaan yang menghilang. Begitun pula dalam politik luar negeri, China yang awalnya mendukung Rusia (Uni Sovie) untuk memerangi Amerika, kemudian beralih dan mendukung Amerika dan melawan Uni Sovie. Hal ini sangat menerik untuk ditelisik lebih mendalam sampai masuknya China (RRC) dalam anggota PBB.

1. 2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana kedatanggan bangsa asing di China dan perang candu I dan perang candu II?
2.      Bagaimana Inggris bias menguasai Hongkong?
3.      Bagaimana jalannya Revolusi China?
4.      Bagaimana kebijakan Sosial Ekonomi pasca revolusi China?
5.      Bagaimana kebijakan Sosial Politik pasca revolusi China?
6.      Bagaimana kebijakan Sosial Budaya pasca revolusi China?

1.3 Tujuan
1.      Memahami proses kedatanggan bangsa asing ke China dan jalannya perang candu I dan perang candu II dari awal sampai akhir.
2.      Memahami proses Inggris menguasai Hongkong dari awal sampai akhir.
3.      Memahami jalannya Revolusi China dari awal sampai akhir.
4.      Memehami kebijakan Sosial Ekonomi pasca revolusi China.
5.      Memehami kebijakan Sosial Politik pasca revolusi China.
6.      Memahami kebijakan Sosial Budaya pasca revolusi China.

1. 4 Metode
Dalam penulisan makalah ini kami selaku penulis mempergunakan metodekepustakaan, yaitu penggalian bahan yang akan dibahas dengan cara membaca beberapa buku sebagai acuan atau landasan teoritis sebagai sumber penulisan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 KEDATANGAN BANGSA BARAT KE CHINA
Dinasti Manchu (ch’ing) adalah dinasti asing yang didirikan oleh bangsa Manchu. Pada masa ch’ing pula, penduduk Cina berkembang cepat, sebab masa ini merupakan masa kemakmuran Cina. Pada akhir abada ke-17 dan awal abad ke-18 memang penduduk cina berkembang cepat, karena mengalami kemakmuran yang melimpah.Pada masa ini juga sudah banyak orang-orang eropa yang datang ke Cina, terutama Inggris, Perancis, Spanyol, dan Portugis.

Bangsa barat yang pertama kali mencapai Cina adalah Portugal yang mendarat di Makao 1557, kemudian disusul oleh Inggris, Spanyol, Belanda, prancis, dan bangsa barat lainnya. Kedatangan mereka bermaksud untuk mengadakan hubungan dagang terutama untuk mengimpor teh dan porselen.

Perhatian pada Cina mulanya teh, sutera, dan keramik kemudian berkembang menjadi tempat untuk menyebarkan agama Kristen.Pada abad ke-18 bersamaan dengan rervolusi industri di eropa, Cina diharapkan sebagai pasar untuk menjual hasil industri dan tempat untuk mendapatkan bahan untuk industri.

Bangsa Portugis datang ke cina pertama, pada saat cina berada pada pemerintahan dinasti ming. Kedatangan bangsa barat yang bermaksud untuk mengadakan hubungan dagang diterima oleh kaisar, mereka diizinkan melakukan perdagangan dan mendirikan pos perdagangan di Kanton. Namun pos-pos perdagangan itu antara orang cina dan orang barat tidak boleh bergaul bebas, karena bangsa Cina mengganggap bangsa barat dengan perasaan hina dan curiga.

2.1.1 Perang Candu I
Sebelum perang candu pecah, sebenarnya dalam dinasti Manchu telah muncul kericuhan-kericuhan. Dalam suasana yang demikian, bangsa-bangsa barat (Inggris) datang ke cina dengan tujuan:
a.       Negara-negara eropa menginginkan dapat berdagang di cina secara bebas dan inggris sebagai pelopornya.
b.      Di eropa telah terjadi revolusi industry yang mengakibatkan inggris harus keluar mencari daerah pasaran industri. Selain itu untuk mengambil bahan mentah, dan penanaman modal yang surplus. Dalam hal ini yang menjadi sasarannya ialah cina.
c.       Mengadakan hubungan dagang terutama perdagangan candu. Dalam hal ini inggris memasukkan candu secara besar-besaran ke cina secara gelap tanpa bayar bea cukai.

Peredaran candu lama kelamaan diketahui oleh dinasti Manchu, dan pemerintahan Manchu berusaha untuk mencegahnya, tetapi inggris tetap berusaha untuk memasukkan candu sebesar-besarnya ke cina. Hal ini mengakibatkan hubungan antara inggris dan cina (manchu) semakin buruk. Meletusnya perang candu ini diawali dengan tampilnya seorang tokoh bernama Lin Tse Hsu, yang diangkat sebagai komisioner di canton tahun 1839.Dengan maksud untuk menolak perdagangan candu dan membasmi pengisapan candu. Dalam menghadapi perdagang-perdagang inggris, ia bertindak sangat kerad. Lin Tse Hsu memaksa menyerahkan muatan candu sebanyak 20.000 peti seharga 9 juta dollar lalu di buang ke laut.

Tindakan ini mengakibatkan hubungan antara Manchu dengan inggris menjadi tegang dan menimbulkan kecemasan di pihak Manchu.Akibat lebih lanjut, Lin Tse Hsu dipecat dan digantikan oleh Ch’i-shan, dan diutus ke Canton untuk berdamai. Inggris mau mengakhiri permusuhan apabila cina (Manchu) mau memenuhi tuntutan inggris, yakni:
(a)    menyerahkan Hongkong kepada inggris,
(b)   Canton dijadikan pelabuhan damai dan
(c)    mengganti kerugian sebesar 6 juta dollar.

Kaisar Tao Kuang tidak mau menerima syarat-syarat tersebut, sebab dianggap terlalu berat sehingga terjadilah perang dan berakhir dengan kemenangan di pihak inggris.Perang diakhiri dengan Perjanjian Nanking pada tanggal 29 Agustus 1842. Penandatanganan dilakukan di atas kapal perang inggris “Cornwallis”, isinya antara lain:
1.      Hongkong diserahkan kepada inggris
2.      Lima kota pelabuhan dibuka untuk perdagangan asing, yakni Canton, Amoy, Foochow, Ningpo dan Shanghai. Ke-lima kota pelabuhan tersebut sering disebut “treaty ports”.
3.      Cina mengganti kerugian perang sebesar 6 juta dollar.
4.      Sistem Co-hong harus dihapuskan
5.      Inggris diperbolehkan mengangkat konsulnya di tiap-tiap kota pelabuhan.

Kekalahan cina (Manchu) dalam perang candu ini menurunkan derajat cina di mata dunia internasional.Di tambah dengan persetujuan-persetujuan selanjutnya menambah suramnya dinasti Manchu.Selanjutnya cina menjadi semacam “settlemen state”.

2.1.2 Perang Candu II
Perang candu terjadi pada tahun (1856-1858).Sejak tahun 1843 sampai dengan 1856 yang merajai di cina ialah inggris. Akan tetapi rupa-rupanya inggris belum puas dengan apa yang diperoleh sampai saat itu. Kemudian inggris memasukkan candu lagi secara besar-besaran ke cina, sehingga meletuskan perang candu II ini inggris dibantu oleh perancis.Mengapa perancis membantu inggris? Karena:
1.      Perancis ingin membalas dendam terhadap cina karena banyak kaum missionaris perancis yang dibunuh
2.      Perancis ialah kawan inggris dalam perang krim.

Pecahnya perang candu II ini waktunya bersamaan dengan adanya pemberontakan T’ai Ping. Perang candu II berakhir dengan kemenangan di pihak inggris dan diakhiri dengan perjanjian Tientsin 1858. Isinya antara lain:
1.      Hak-hak ekstrateritorial diperluas.
2.      Kota-kota pelabuhan yang dibuka untuk perdagangan asing di tambah.
3.      Bangsa barat terutama inggris dan perancis diperbolehkan menempatkan konsulnya di peking.
4.      Cina harus mengganti kerugian sebesar 4 juta tael kepada inggris.
5.      Kapal-kapal asing boleh masuk di sungai Yangtse.
6.      Orang-orang asing boleh masuk kke pedalaman dan boleh menyebarkan agama Kristen.

Ketegangan muncul kembali berkaitan dengan Perjanjian Tientsin yang dirasa berat oleh pihak cina sehingga perang kembali berlanjut, inggris dipimpin Lord Elgin dan prancis dipimpin oleh Baron Gros.Dalam perang mereka membakar Istana Musim Dingin yang merupakan pusat kesenian sehingga cina mengalami kerugian besar, Kaisar Hsien Feng lari dari istana sehingga kemenangan kembali berpihak pada inggris dan perancis.

Dengan kekalahan ini Cina harus menandatangani Persetujuan Peking pada 1860 yang berisi: “Cina harus melaksanakan Perjanjian Tientsin, membayar ganti rugi perang yang lebih besar, membuka Tientsin dan Peking untuk bangsa asing; Cina harus menyerahkan Semenanjung Kowloon di seberang Pulau Hongkong kepada Inggris. Dengan persetujuan Peking Inggris kembali mendapatkan daerah jajahan dan memantapkan imperialism di Cina. Selanjutnya terkait dengan Perjanjian Shimonoseksi, pada tahun 1889 Inggris memperoleh hak sewa Pelabuhan Wie-hai-wei dalam jangka waktu 25 tahun dan hak guna pakai wilayah di utara Jazirah Kowloon di seberang Pulau Hongkong selama 99 tahun yang kemudian disebut New Teritories. Dengan mendapatkan daerah baru berarti imperialisme Inggris di Cina meliputi Hongkong, Kowloon, New Teritories dan 230 pulau disekitarnya yang kesemuanya membentuk Kepulauan Hongkong.

2.2 PERKEMBANGAN HONGKONG DI BAWAH KEKUASAAN INGGRIS
Pada pertengahan abad ke-19 merupakan puncak kemakmuran bagi inggris.Sebagai Negara industry dan Negara imperialis terbesar di dunia pada saat itu, inggris menduduki tempat teristimewa dalam percaturan politik ekonomi internasional.

Sebagai Negara imperialism modern inggris memerlukan pangkalan militer di Asia untuk melindungi perdagangannya.Wilayah hongkong yang didapat dari cina pada 1842 merupakan tempat yang cocok untuk membangun pangkalan militer inggris.Superintenden Elliot menyatakan bahwa hongkong mempunyai potensi sebagai pangkalan militer dengan pantai berkelok-kelok sebagai perlindungan sempurna bagi kapal-kapal inggris, letak hongkong juga sangat strategis karena berada di dekat sungai Yang Tse yang merupakan pintu utama masuk cina.

Di bawah inggris, hongkong dikepalai oleh seorang gubernur yang ditunjuk langsung oleh ratu inggris, gubernur pertama yang ditunjuk oleh ratu inggris adalah Henry Pottinger. Ibu kota hongkong terletak di kota Victoria dan status hongkong sebagai koloni. Kebijakan yang diberikan oleh pemerintah inggris telah mendukung perkembangan ekonomi hongkong.System yang ditandai oleh hak milik perorangan, produksi barang-barang untuk memperoleh keuntungan dan pembentukan bank kredit, serta menonjolkan kebebasan perusahaan ekonomis perseorangan yang diterapkan di inggris juga ditetapkan di hongkong.

Perkembangan hongkong di bawah inggris yang dikepalai oleh seorang gubernur menjadi salah satu Negara industry maju.Gubernur hongkong dalammenjalankan tugasnya dibantu oleh legislature caoncil (dewan legislative) yang langsung ditunjuk oleh gubernur. Tata hokum hongkong sama seperti tata hokum inggris, bagi pengacara dan hakim dalam menjalankan tugas harus memakai wig. Dalam bidang ekonomi pemerintah inggris memberi kebijakan laissez faire, sehingga hongkong menjadi pusat bisnis.Walaupun perkemmbangan hongkong yang utama di bidang ekonomi, namun dalam bidang politik juga mengalami perkembangan yang ditandai dengan pelaksanaan pemilu yang dilaksanakan pertama kali pada 1991 dan pemilu kedua padada 1995.Partai demokrasi merupakan partai yang terbesar di hongkong, partai demokrasi sering memberi bantuan orang cina yang keluar akibat masalah politik, seperti pada saat terjadi tragedy Tianamen pada 1989. Sebagai partai demokrasi tentu saja menjunjung tinggi hak asasi manusia dan berharap komunisme cina tidak akan mengganggu demokrasi hongkong.

Kedatangan para imigran dan triad dari cina pada awal kekuasaan inggris dan setelah perang dunia II juga turut membantu pertumbuhan hongkong, karena mereka telah menjadi pekerja pabrik maupun pedagang.Kemajuan hongkong dapat dilihat dari pendapatan yang diterima oleh hongkong pada 1996. Ekspor hongkong mencapai 189,6 milliar dolar Amerika Serikat dan impor 198 millliar dolar Amerika Serikat. Cina, Amerika Serikat, dan Jepang merupakan mitra dagang terbesar hongkong. Kemajuan bisnis di hongkong juga didukung oleh luwesnya penanaman modal, pajak yang rendah, peraturan yang baik, dan pekerja terampil dan murah mudah diperoleh.

Dengan luas wilayah 1.044.6 km2, hongkong pada 1997 dihuni sekitar 6,3 juta orang. Hampir 60% penduduk sekarang lahir di hongkong, sisanya imigran dari cina dan warga non-cina berasal dari Filipina, amerika, inggris, kanada, Indonesia, Thailand, Australia, india, Malaysia.

Bangsa inggris sangat bangga dengan perkembangan dan kemajuan hongkong walaupun pada 1997 hongkong kembali ke cina. Selain kebijakan yang diterapkan di hongkong dan letak yang strategis,dukungan kemajuan hongkong juga berasal dari jasa para pejabat inggris di hongkong dan ketekunan serta kerja keras rakyat hongkong. Inggris telah membuat sejarah baru berkaitan dengan kemajuan koloninya, suatu pemerintahan koloni berakhir dengan meninggalkan kemakmuran dan kekayaan rakyat terjajah.Hongkong diserahkan kembali kepada cina pada 1 juli 1997, karena masa sewanya telah habis.

2.3 BERDIRINYA REPUBLIK RAKYAT CHINA
            Revulusi China merupakan revolusi yang panjang, setidaknya terdapat tiga masa revolusi yang terjadi di China. Masa 1911, 1928, dan puncaknya 1949. Pada masa revolusi pertama yang terjadi 1911 sistem kekaisaran diganti dengan sistem republic dan masa panglima perang, sedangkan revolusi 1921 pengambil alihan kekuasaan dari panglima perang (warlord) ke dominasi satu partai, dan 1949 puncak dari revolusi China yang menghasilkan RRC (Republik Rakyat China) dengan partai Komunis sebagai penguasa.

2.3.1 Revolusi 1911
            Kekalahan China atas Inggris pada perang candu 1840-1842 dan 1856-1860 karena Inggris menyelundupkan candu serta membeli porselin, teh, sutra, dan rempah – rempah pada Dinasti Manchu. Sejak itu banyak daerah China yang menjadi kekuasaan bangsa asing seperti Jepang, Amerika, dan Bangsa Eropa. Hal ini membuat kehidupan prekonomian dan politik China semakin terpinggirkan karena pengaruh bangsa asing, peperintahan Dinasti Manchu tidak dapat berbuat banyak. Hal ini menimbulkan banyak pergerakan yang ingin mengulingkan Dinasti Manchu dan menggantikannya dengan kekuasaan dari bangsa China sendiri.

            Sun Yat Sen adalah salah satu tokoh nasional China yang ingin ada Revolusi dalam pemerintahan China, Sun Yat Sen dilahirkan di desa Xiangshanxian di Propinsi Guangdong pada tanggal 12 November 1866. Pendiri organisasi Dongmenghui yang bertujuan untuk mengusir bangsa Manchu dan mengambalikan China menjadi bangsa Tionghoa yang berbentuk Negara republik. Sistem kekaisaran di China berakhir setelah Sun Yat Sen mengobarkan revolusi 1911 dan bercita – cita menyatukan China dalam satu pemerintahan yang berdasarkan pada tiga sendi kedaulatan rakyat (San Min Chu I), yaitu Nasionalisme, Sosialisme, dan Demokrasi.

            Pada tanggal 12 Maret 1912 Republik China (ROC) terbentuk dan Presiden Sun Yat Sen digantikan oleh panglima perang Yuan Shih Kai, kemudian mengankat dirinya sendiri sebagai presiden seumur hidup dan Sun Yat Sen pergi ke Kanton mendirikan Partai Kuomintang (Nasionalis China). Kekuasan Yuan Shih Kai berlangsung 1911-1916, ketika 1915 Yuan Shih Kai melakukan Restorasi Baijing dan mengangkat dirinya sebagai kaisar, dampaknya China selatan melepaskan diri dari Baijing. 1916 Yuan Shih Kai wafat meninggalkan kekacauan di berbagai wilayah China, terutama di China Utara karena Yuan Shih Kai belum menunjuk seseorang untuk menggantikan dirinya.

Dampaknya panglima perang China utara membentuk kelompok – kelompok dan saling berebut kekuasaan seperti, Feng Tian di bawah pimpinan Zhang Zo Lin di Manchuria, Kelompok Zhi Li di Tian Jin di bawah pimpinan Zhao Kun dan di Propinsi Hunan di bawah pimpinan Wu Pei Hu, dan kelompok An Fu di bawah pimpinan Qi Rui.

2.3.2 Revolusi 1928
            Tahun 1916-1928 dikenal sebagai periode warlordisme (Para Jenderal Perang) kareana tidak ada penguasa tunggan dan warlord (Panglima Perang) saling berebut kekuasaan tunggal. Di China selatan Sun Yat Sen masih memiliki pengaruh yang besar dan menjadi presiden pergerakan republik sampai wafat 1925, digantikan Jenderal Chiang Kai Shek dan berhasil mengalahkan warlord (Panglima Perang) kemudian mempersatukan China di bawah pemerintahan Partai Kuomintang (Nasionalis China) melalui Ekspedisi Utara pada tahun 1926-1928. Jenderal Chiang Kai Shek bekerja sama dengan PKC (Partai Komunis China) untuk dapat menaklukan warlord (Panglima Perang), rencana operasi militer Ekspedisi Utara disusun oleh seorang penasehat militer Uni Soviet Jenderal Vaseli Blucher dengan tujuan utama merebut kota besar Nanking dan Shanghai.
            Jenderal Vaseli Blucher menjalankan rencana bawah tanah yakni penyebran Idiologi Komunis yang berhasil mempengaruhi kaum buruh dan petani setempat untuk mendi pendukungnya, Dalam waktu singkat berbagai kota besar di tepi Sungai Yan Tze berhasil direbut seperti Han Gou dan Wu Han kemudian 1 Januari 1927 ibu kota nasionalis dipindah dari Kanton ke Wu Han. Jenderal Chiang Kai Shek berhasil merebut kota besar di sebelah timur China, Nanking yang selanjutnya dijadikan markas besar. Nasionalis China seolah-olah mempunyai dua ibu kota yaitu Wu Han, yang didominasi sayap kiri, dan Nanking yang didominasi sayap kanan. 10 Oktober 1928 Chiang Kai Shek diangkat menjadi Presiden Republik China di Nanking dan mengorganisasikan angkatan perang yang disebut Tentara Revolusi Nasional.

2.3.3 Perang China – Jepang
            Sejak tahun 1931 Jepang masuk ke China, karena politik luar Negeri Jepang yakni politik Ekpansional Asia ternasuk China. 1932 wilayah Manchuria diduduki oleh tentara Kekaisaran Jepang, Agustus 1937 Jepang memperluas peperangan dengan menciptakan bentrokan bersenjata di Shang Hai yang dijadikan sebagai alasan untuk mengerahkan angkatan lautnya untuk menyelamatkan kepentingan Jepang di Shang Hai, dalam waktu 3 minggu Shang Hai berhasil dikuasai oleh jepang. 3 Desember 1937 kota Nanking, ibukota China jatuh ke tangan tentara Jepang. Hal ini menjadi awal kekalahan – kekalahan China yang menyakitkan. Jepang membentuk Negara Boneka seperti Presiden Wang Qing Wei di Nanking sebagai ibu kotanya, Presiden Puyi bekas Kaisar China yang memerintah di Manchuria.

            Partai Komunis China (PKC) dan Kuomintang (KMT) bersatu untuk menghadapi Jepang, PKC di bawah kekuasaan Mao Tse-tung yang dilahirkan pada tanggal 26 Desember 1893 di desa Shao-shan di Propinsi Hunan. Aliansi PKC dengan KMT terjadi selama 1937-1945, Mao Tse-tung mengontrol Tentara Merah dan daerah-daerah yang sudah dibebaskan dari jepang. anggota Tentara Merah (PKC) meningkat dari 2 juta menjadi 95 juta dan pasukan merah (KMT) jumlahnya meningkat dari 30.000 menjadi hampir satu juta.

2.3.4 Revolusi 1949
            Perang Dunia II yang meletus tahun 1941 antar dua kekuatan dunia antara poros dan sekutu, dimana Jepang tergabung dalam anggota poros. Jepang kalah pada perang dunia II tahun 1945, mengakibatkan pertikaian antara Partai Komunis China (PKC) dengan Kuomintang (KMT) kembali memanas. pemerintah Republik China segera menginstruksikan kepada segenap jajarannya untuk mengambil alih kedudukan tentara Jepang di seluruh pelosok wilayah China.

            Zhu Te (Panglima Angkatan Bersenjata PKC) memerintahkan agar sebagian tentara merah untuk memasuki mancuri dan melucuti senjata jepang untuk PKC, China meminta bantuan kepada AS supaya tidak terjadi perang saudara dan untuk menyelesaikan perpecahan antara KMT dan PKC. AS mengutus Jenderal George Marshall dengan ide melebur bua tentara  menjadi satu (Tentara Nasional), pasca Jenderal George Marshall wafat, konfik KMT dan PKC kembali memanas dan semakin meluas.

Tentara merah segera bergerak ke selatan Sungai Yang Tze untuk untuk merebut ibu kota pemerintah Nasionalis China di Nanking, lalu menguasai Hangou, Shanghai dan Qingdao. Akibatnya ibu kota pemerintah Nasionalis China di pindahkan ke Kanton, Mao Tse-tung pembentuk Negara China sebagai Negara Komunis dengan membentuk Panitia Persiapan Majelis Permusyawaratan Politik. Panitia ini berhasil memilih 21 orang untuk menjabat sebagai Dewan Harian dengan Mao Tse-Tung sebagai ketua dan Chou Enlai sebagai wakil ketua.

            PKC berhasil menyingkiran KTM dan pada tanggal 1 Oktober 1949 memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat China (RRC) yang beribukota di Beijing, Bendera Nasional RRC berwarna merah melambangkan revolusi dengan empat bintang kecil-kecil berwarna kuning di bagian pojok atas yang masing – masing melambangkan klas buruh, klas tani, klas borjuis kecil, klas borjuis nasional, dan sebuah bintang besar berwarna kuning yang dilingkari empat bintang kecil tersebut di atas, yang melambangkan kepemimpinan Partai Komunis. Pemimpin tertinggi tentara RRC berada di tangan Zhu De, sedangkan jabatan Perdana  Menteri merangkap Menteri Luar Negeri dipegang oleh Chou Enlai.

            Pada 14 Oktober 1949 Kanton berhasil dikuasai Tentara Merah, sehingga pemerintah nasionalis terpaksa pindah ke Chongqing dan 28 November 1949 Chongqing berhasil di kuasai  Tentara Merah. Yunnan dan Hainan di kuasai Tentara Merah Sehingga pemerintah nasionalis tidak memiliki wilatah lagi di China daratan, Pemerintahan Chiang Kai Shek melarikan diri ke Taipei yang terletak di Pulau Formosa (Taiwan). tanggal 1 Maret 1950 Chiang Kai Shek kembali menjadi presiden Republik China (Taiwan).

            Setelah berdirinya Republik Rakyat China, Uni Soviet (Rusia) segera memberikan pengakuan kedaulatannya atas RRC dan membangun hubungan diplomatiknya dengan pemerintahan Nasionalis China. Pada tanggal 30 Desember 1949 India merupakan Negara di luar blok Soviet yang pertama kali memberikan pernyataan kedaulatan atas RRC, Pada tanggal 6 Januari 1950 Inggris menyatakan pengakuan kedaulatan terhadap RRC sehingga Inggris merupakan negara demokratis  Barat pertama yang mengadakan hubungan dengan pemerintahan komunis China.

2.4 KEBIJAKAN DI BIDANG SOSIAL EKONOMI
2.4.1 Reformasi Agraria
            Sejak Tahun 1927 China melakukan Reformasi Agraria dengan komunis sebagai pengeraknya, land  reform adalah pengambil alihan sebagian kecil tanah milik taun tanah dan petani kaya oleh komunis kemudian di berikan kepada petani miskin atau petani pengarap. Hal ini bertuan untuk menghancurkan kelas bangsawan tuan tanah, petani kaya, dan petani menengah serta mendirikan pusat kekuasaan politik komunis di desa-desa. Kebijakan land reform di China berlandaskan pada 28 Juni 1950 mengenai hukum penertiban tanah.

            Sejak dahulu China mempunyai beberapa kelas Agraria seperti :
1.      Tuan tanah (landlords) yaitu mereka yang memiliki tanah luas tetapi tidak mengerjakannya sendiri dan hidup dengan mengeksploitasi tenaga orang lain.
2.      Petani kaya (rich peasants) yaitu mereka yang memiliki tanah tetapi tanah tersebut dikerjakan sendiri, terkadang mempekerjakan orang lain atau menyewakan tanahnya kepada petani miskin.
3.      Petani menengah (middle peasants), petani yang mengerjakan tanahnya sendiri tanpa bantuan orang lain.
4.      Petani miskin (poor peasants) yang hanya memiliki tanah sempit atau menyewa tanah dari orang lain.
5.      Orang yang tidak memiliki tanah dimana mereka harus menjual tenaganya dengan mengolah tanah orang lain.

Tetapi pada pelaksanaannya terjadi peyimpanggan, petani miskin berkumpul dan menyerang tuan tanah dan petani kaya dengan senjata kepalan tinju, clurit, pedang, parang, dan benda-benda tajam lainnya dengan brutal karena diperlakukan tidak manusiawi ketika menjadi buruh. Sedangkan Partai Komunis yang berkuasa tidak melarang hal tersebut, hal ini membuat anggota Partai Komunis terbesar berasal dari kaum petani yang dirugikan.

2.4.2 Sentralisasi Pajak
Pemerintah menetapkan bahwa pajak pertanian, pajak komoditi dan berbagai macam pajak industri dan komersial harus diserahkan kepada pusat pada 1950. Pemerintah daerah tidak diberi kekuasaan untuk mengeluarkan pendapatan yang diperoleh dari pajak daerah, pendapatan pemerintah mengalami kenaikan dari 6,5 milyar yuan pada tahun 1950 menjadi 13,3 milyar pada tahun 1951.
2.4.3 Nasionalisasi Perusahaan
            Pemerintah mengumumkan semua industri dan perdagangan milik swasta harus dinasionalisasi pada bulan juli 1955. Teorinya: negara adalah pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan mantan pemilik perusahaan terkait yang selama 20 tahun ke depan hanya boleh memiliki 5% dari nilai perusahaan mereka, pemilik perusahaan yang lama tetap bekerja sebagai manager dan digaji cukup tinggi tetapi di atas mereka ada seorang pejabat partai.

2.5 KEBIJAKAN BIDANG SOSIAL POLITIK
2.5.1 Politik Luar Negeri
            Dengan Idelogi Komunis yang berkuasa, RRC secara tegas menunjuk Amerika sebagai musuh utama karena menganut imperalisme sebagai cara memperkaya bangsa induk dan Uni Sovie sebagai sahabat karena menganut sosialisme. Dalam hubungan luar negeri RRC mendukung Uni Sovie dalam semua posisi Internasional dan bersahabat dengan Negara – Negara Sosialis, dan membantu Negara – Negara Komunis untuk melakukan Revolusi di negaranya masing – masing.

            Saat meletusnya Perang Korea Juni 1950, RRC memberikan dukungan kepada Korea Utara dengan mengirimkan pasukannya. Tentara RRC yang berjumlah 130.000 pasukan yang di pimpin Jenderal Peng Dehuai, menyeberangi Sungai Yalu dan berhadapan dengan pasukan Amerika Serikat yang membela Korea Selatan. Pada perkembangannya RRC melai tidak muas akan kedudukan Uni Soviet di mata internasional yang menggap kepala komusia duna adalah Uni Soviet, ketika hubungan RRC dan Soviet semakin memburuk 1972 terdapat perubahan sistem internasional:
1.      Zona super power yang terdiri atas imperialisme AS dan imperialisme sosial Uni Soviet.
2.      Zona sosialis yang terdiri dari Negara - Negara sosialis.
3.      Zona antara pertama yang terdiri dari Negara - Negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
4.      Zona antara kedua yang terdiri dari Negara - Negara Kapitalis tertentu di Timur dan Barat kecuali super power.

Dengan demikian RRC dengan Uni Soviet semakin tidak terkendali dan puncaknya RRC memutuskan hubungan Internasional dengan Uni Soviet dan tidak menganggap Uni Soviet sebagai pemimpin Komunis Dunia. Sejak pertengahan 1970 politik luar negeri RRC berusaha memperbaiki dan menjalin hubungan baik dengan AS demi menandingi Uni Soviet.

            RRC dan AS sepakat melakukan perundingan berkala dengan mengirim duta besar masing – masing Neagara, RRC mengajukan hubungan baik dengan selogan “rakyat China dan rakyat Amerika” kemudian Amerika setuju dan menarik pasukannya dari Vietnam hal ini dikenal dengan “Diplomasi Ping - Pong”. Sehingga pada sidang PBB Oktober 1971 RCC diakui dan masuk dalam keanggotaan, hal ini berbalik dengan Pemerintah Nasionalis China di Taiwan yang batal menjadi anggota PBB dengan berbagai alasan.

2.6 KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
2.6.1 Agama
            Konfusianisme awalnya merupakan suatu filsafat moral kemudian berkembang menjadi ajaran agama, Konfusianisme dijadikan sebagai agama resmi Dinasti terdahulu. Ada pula Budha dari India, Katolik yang dibawa pedangan eropa yang disebut Nestorianisme. Ajaran ini berkembang saat Kekaisaran Mongol abad 13-14 M, puncak penyebaran agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan pada Dinasti Ming dan Ching karena maraknya pedagang asing dan terbukanya penguasa.

Kristen Katolik dan Kristen Protestan berkembang dengan membangun lembaga pendidikan bagi Orang Eropa yang tinggal di China dan orang China yang tertarik. Pasca Revolusi 1949 yang dimenangkan Komunis, 59% masyarakat China menjadi atheis atau tidak percaya Tuhan. 33% penduduknya menganut kepercayaan tradisi atau gabungan Taoisme dan Budhisme. Sedangkan penganut Budha Mahayana sekitar 100 juta orang, Budha Teravada dan Budhisme Tibet diamalkan oleh minoritas di perbatasan barat laut Negara RRC. 18 juta penduduk Muslim (Islam Suni) dan 14 juta jiwa penganut Kristen terdiri dari 4 juta penganut Kristen Katolik dan 10 juta penganut Kristen Protestan.

            PKC menganggap Agama merupakan sarana untuk memperlambat kemajuan Negara, PKC melarang semua aliran kepercayaan yang illegal, karena RRC menganut atheis. Para pemuka agama menadapatkan intimidasi, siksaan, ancaman, kekerasan, dan penutupan temapat – tempat ibadah dari PKC, pemerintah secara resmi mengumumkan untuk memenjarakan seumur hidup atau hukuman mati bagi yang melakukan kegiatan – kegiatan keagamaan pada 1951.

2.6.2 Pendidikan
            Sejak 1949 pendidikan dijadikan sarana untuk menyebarkan ajaran – ajaran baru yang revolusiner dalam bidang masyarakat sosialisme, Oktober 1951 dilakukan “Reformasi Sistem Pendidikan” yakni wajib pendidikan selama lima tahun (1953-1957) dan pelatihan – pelatihan bagi pekerja dan petani guna mengasah keterampilan lain. Krikulum 1958  mengutamakan peningkatan hasil pertanian, pada sekolah menengah atas diberikan studi politik, ideologi, dan aritmatika, sedangkan bagi para petani diberi pelatihan mengenai reparasi mesin pertanian dan mengemudikan traktor.

            RRC mencegah urbanisasi dengan cara semua lulusan sekolah menengah yang menganggur “tidak bekerja di pabrik atau industri” dan yang tidak melanutkan di universitas, di arahakan untuk mengelola desa sendiri di bidang pertanian dengan dibantu pemerintah. Sebelumnya sekolah dasar dan sekolah menengah bila dibagung dua belas tahun tetapi sudah dirubah menjadi sembilan tahun, guru wajib menaik kelaskan murid. Dalam perguruan tinggi kaum buruh, petani miskin, dan petani menengah bawah boleh menempuh Universitas dan cuma berlangsung tiga tahun. Terjadi perubahan besar pada 1971 dimana Sekolah dan universitas hanya untuk kaum buruh dan petani yang boleh belajar.

2.6.3 Seni
Pemerintah RRC membentuk lembaga sensor buku 1959, Mao Talks Yan’an (Ceramah-ceramah Yan"an mangenai Sastra dan Seni) diterapkan sebagai pedoman agar penulisan menggunakan gaya realisme sosialis. Dampaknya RRC pada awalnya tidak mempunyai banyak sastra moderen yang dipublikasikan. 1978 Puncak sastra digunakan sebagai sarana politik seperti  Novel – novel, cerita pendek dan drama mengikuti pola yang sudah ditentukan dimana penjahat selalu kalah dengan kebaikan, hitam – putih toloh jelas, pahlawan  harus sempurna dalam ideologi, motif, tindakan, penuh keberanian, dan tidak pernah menipu.

Sedangkan penjahat penuh keburukan, mencurigakan, dan digerakkan  oleh perasaan dendam dan iri hati. Tidak ada tolok yang berada di tengah tengah atara baik dan buruk. Pada akhirnya penjahat dieksekusi atau dihukum mati, pahlawan memperoleh kemenanggan demi kemenanggan, peperanggan gigambarkan sesuatu yang gemilang dan romantik.

            Opera dan Filem sangat bercorak mengugah semangat “kekerasan” seperi bangsa asing datang kemudian menyiksa, memperkosa, dan membuhun warga. Sekian lama datang pasukan yang mengalahkan serta menyelamatkan dan warga hidup bahagia. RRC berusaha menghilagkan kebudayaan tradisi China meliputi seni lukis, peribahasa, bahasa, dan sebagainya. Karena dianggap bersifat kolot, feudal, dan berbahaya. Buku – buku yang tidak sesuai dengan semangat revolusioner di hancurkan dan  di bakar oleh pemerintah. Kategori buku tersebut seperti klasik China, dan terdapat juga buku - buku karya Shakespeare, Charles Dickens, Byron, Shelley, Shaw, Thackeray, Dostoyevsky, Turgenev, Chekov, Ibsen, Balsac, Maupassant, Flaubert, Dumas, Zola, dan buku-buku klasik lainnya.
            Pemerintah RRC melarang keras musik barat yang tidak mempunyai makna, musik yang diperbolehkan yakni musik klasik Tiongkok yang mempunyai makna yang dalam seperi pertempuran, perasaan duka cita, sungai di gunung, angsa – angsa beterbangan, dan sebagainya. Dampaknya banyak pianis dan pemusik gipotong tangan atau jarinya oleh komunis.

            Sedangkan seni lukis harus dihiasi dengan gambar bendera merah kecil atau cerobong asap pabrik, traktor di ladang, dan sebagainya. Sedangkan lukisan bunga - bungaan, ikan mas atau pemandangan alam mendapat kecaman dari pemerintah komunis.

            Dalam gaya hidup keseharian, kaum perempuan tidak boleh lagi berambut panjang dan berdandan sesukanya. Bila ketahuan maka rambut mereka akan dipotong dan celana panjang ketat  mereka akan dirobek di depan umum. Pada umumnya busana yang dikenakan berupa model jas dan celana panjang longgar berwarna abu-abu, biru, dan hitam. Masyarakat paksa hidup sederhana dan tidak menunjukkan kelas kelas mereka di tempat umum.
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
            Awal kedatangan bangsa asing ke China merupakan perdanggan Teh dan Porselin, Inggris Negara barat pertama yang membengun perdanggan dengan Dinasti Manchu yang berkuasa di China saat itu, selain itu Inggris juga inggin menjualkan barang jenis Tropika seperi Opium ke China. Hal ini membuat wasyarakat China terkena candu oleh Opium itu sendiri.

            Pada puncaknya Inggris melakuukan peperanggan dengan China memanfaatkan Opium itu pada perang candu I dan Perang candu II, di mana Inggris memengnkan perang dan berhasil menancapkan Imperalisme nya di tanah China.

Sebelum mendapatkan Kemerdekkan China berjuang dan melakukan bermacam cara, baik diplomasi maupon revormasi, kerika China melawan Jepang dua kutup partai China dapat bersatu baik yang Nasionalis maupun yang Komunis. Pasca kemerdekkan China yang diawali dengan berdirinya RRC yang di menanggakan oleh Partai Komunis, China membela habis habisan Uni Soviet di mata dunia.

            Ambisi China memuncak ingin dikenal sebagai pemimpin komunis dunia dengan melawan Uni Soviet, meskipun tidak mudah dan haurus berteman dengan musuh utama RRC yakni AS, China memilihnya agar bias di akui oleh PBB dan bisa menandingi Uni Soviet.

            Ketidaka RRC berdiri banyak kebijakan dilakukan Pemerintah Komunis seperti land reform ketika awal Revormasi Agraria yang pelaksanaannya sangat melenceng, dimana walnya di lakukkan oleh Komunis dengan mengambil sedikit lahan atau tanah pemilik petani kaya dan tuan tanah tetapi warga desa miskin sendiri yang merampas tanah – tanah milik petani kaya dan tuan – taun tanah.

            Kebijakan – kebijakn yang dikeluarkan komunis pererti Nasonalisai Perusahaan dan Sentralisasi Pajak sangat menguntungkan pemerintah RRC itu sendiri. Selain itu dalam kehidupan masyarakat RRC tidak lepas dari peranan Komunis seperti pelaranggan agama, pembatasan karaya sastra, seni lukis, seni musik dan pakaikan. Semata – mata ingin mempertegas kalau RRC Negara Sosialis Komunis.

DAFTAR PUSTAKA
• Abdullah Gozali. 2000. Sejarah Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur 1800-1963. Kuala Lumpur: Fajar Bakti.
• Agung S, Leo. 2007. Sejarah asia timur. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
• Agung S, Leo. 2016. Sejarah asia timur 2. Yogyakarta: penerbit ombak.
• Wibowo. 2009. Berkaca dari Pengalaman Republik Rakyat Cina: Negara dan Masyarakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar