Selasa, 13 Januari 2015

Wisata Banyuwangi Kawah Ijen

Kawah Ijen (Ijen Crater).



     Kawah Ijen merupakan objek wisata yang telah dikenal luas oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alamnya.     Pada 2011jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kawah Ijen sebanyak 16.402 orang, dengan rincian 8.785 wisman, dan 7.617 wisatawan domestik. Kawasan Wisata Kawah Ijen masuk dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen dengan luas 2.560 hektare, termasuk hutan wisata seluas 92 hektare. Kawah Ijen ini terletak di  puncak gunung Ijen di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.     Kawah Ijen berada di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Yang menarik adalah kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa. Ukuran kaldera sekitar 20 kilometer. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kawah ini terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.     Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia. Yaitu memiliki tingkat keasaman  mendekati nol, sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat. Selain itu, suhu kawah yang mencapai 200 derajat celcius menambah takjub akan kawah yang sangat besar ini. Namun, dibalik semua itu, ternyata kawah ini menyajikan pesona keindahan yang menakjubkan.
     Kawah Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat memesona.      Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah sensasi tersendiri. Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat Anda temukan, seperti Bunga Edelweis dan Cemara Gunung.     Saat pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen, pemandangan yang indah dapat Anda nikmati. Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan akan ditambah cahaya matahari yang berwarna keemasan memantul di kawah tersebut.      Di sekitar lereng kawah terhampar pohon Manisrejo yang berdaun kemerahan, sedangkan batuan dinding kawah berwarna belerang, kekuningan, kondisi-kondisi inilah yang membuat panorama alam disini begitu mengesankan untuk dinikmati.
     Selain itu fenomena alam lain yang terdapat di kawah Ijen yang tidak boleh dilewatkan adalah Blue Fire atau Api Biru, yang muncul di tengah-tengah penambangan sulphur, dan hanya bisa dilihat pada malam hari hingga menjelang dini hari.



     Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung di kawasan Kawah Ijen adalah adanya penambang belerang tradisional. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang. 



     Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar kawah. Di sini asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang berwarna kuning.     Setelah belerang dipotong, para penambang akan mengangkutnya dengan cara dipikul  melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3 kilometer.
     Untuk menuju Kawah Ijen, terdapat dua jalur utama, yaitu dari arah Banyuwangi dan Bondowoso. Rute Perjalanan dari Banyuwangi Kota Banyuwangi >  Licin > Pal Tuding  > Ijen     Jika menggunakan kendaraan umum, dari kota Banyuwangi kita menuju ke terminal Sasak Perot/Banjarsari. Dari sini kita ganti kendaraan minibus jurusan Licin.
Jarak Banyuwangi kota menuju Licin sekitar 15km. Jika menggunakan kendaraan bermotor roda dua atau mobil pribadi dapat ditempuh sekitar 30 menit.
     Dari desa Licin kita menuju kearah Sodong yang berjarak sekitar 8 km, melewati Jambu bisa ditempuh dengan naik Truk perkebunan atau ojek dan bisa juga dengan travel karena jalanan mudah di lalui oleh kendaraan. Perjalanan melewati perkebunan kopi dan cengkeh serta hutan tropika yang indah.
Setelah tiba di Sodong kita melanjutkan perjalanan lagi menuju ke Paltuding sekitar 10km dengan Truk/Ojek. Paltuding merupakan tempat bertemunya jalur lewat dari arah Bondowoso dan arah Banyuwangi.

     Sekitar 6 km sebelum Pal Tuding kita akan melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan  sekaligus tanjakan berbentuk S, yang memakan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun truk pengangkut belerang setiap hari.     Di Pal Tuding kita harus melaporkan pendakian kita kepada petugas PHPA, dan membeli tanda masuk. Kita bisa menginap di Pos PHPA ini dengan biaya sekedarnya, juga menyewa sleeping bag bila diperlukan. Dari sini perjalanan ke Kawah Ijen memakan waktu 2jam.



     Dari Pal Tuding perjalanan terus menanjak melintasi jalan yang cukup lebar dengan pemandangan hutan alam yang indah. Diperlukan waktu 1,5 jam maka kita akan sampai di Pondok Penambangan Belerang. Pondok ini dibuat kantor penampungan hasil belerang yang di dapat dari kawah. Di tempat ini kita bisa membeli minuman dan makanan ringan. Dari Pondok ini hanya diperlukan waktu 0,5 jam lagi melewati jalanan yang datar kita akan sampai di Kawah Ijen.

Tips berwisata ke Gunung Ijen : 
- Saat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen adalah pada pagi hari. Sebaliknya, lakukan pesiapan yang cukup jika akan melakukan perjalanan pada malam hari, karena medannya cukup berat.
- Jika ingin melihat api biru, pendakian minimal dilakukan pada pukul 11 malam, karena api biru terlihat jelas hingga pukul 3 dini hari
- Jangan menggunakan celana berbahan jins, tetapi pilih bahan kain atau celana cargo. Pilih sandal atau sepatu yang nyaman di kaki.
- Gunakan penutup kepala dan telinga serta jaket  untuk melawan suhu dingin, gunakan penutup kepala & telinga, serta jaket, dan
-  Jangan minum terlalu banyak, cukup 1 atau 2 teguk setiap 15 menit, untuk mencegah proses pelambatan metabolism  tubuh.
- Jangan lupa membawa masker/penutup hidup karena untuk menuju Kawah Ijen, anda harus menyusuri jalan setapak menyusuri tebing kaldera, kadang-kadang asap belerang tertiup angin melewati jalur tersebut.
- Dari Licin menuju Paltuding perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan offroad, terutama jenis jeep double gardan karena sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding medannya cukup berat.
-  Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian.


Wisata Alam Cagar Alam Baluran

Wisata Alam Kawah Ijen

Wisata Alam Kawah Bulan Sabit Di Kawah Ijen

Wisata Alam Agrowisata Banyu Lor

Wisata Alam Agrowisata Kalibendo

Wisata Alam Jawatan

Wisata Alam Pemandian Uumbul Pule

Wisata Alam Arum Jeram Di Kali Badeng

Wisata Alam Air terjun Lider

Wisata Alam Air terjun Terjun Setaman

Wisata Alam Air terjun Watu Kurung

Wisata Alam Air terjun Tirto Kemanten

Wisata Alam Air terjun Telunjuk Dewa Raung

Wisata Alam Air terjun Giri Asih

Wisata Alam Air terjun Selendang Arum

Wisata Alam Air terjun Segombang

Wisata Alam Air terjun Antogan

Wisata Alam Air terjun Sello Tirto

Wisata Alam Air terjun Kalibendo

Wisata Alam Air terjun Kalongan

Wisata Alam Air terjun Selogiri

Wisata Alam Air terjun Jahir

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar