Kamis, 12 Februari 2015

Wisata Kuliner Sayur Dan Sambal Lucu

Wisata Kuliner Sayur Dan Sambal Lucu


     Menyebut namanya Anda mungkin akan tertawa, karenanya kuliner khas suku Using Banyuwangi ini namanya memang Sayur dan Sambel Lucu. Namun kalau Anda sempat mencicipinya, dijamin tidak akan membuat Anda tertawa, karena menu kuno asal Banyuwangi ini memiliki cita rasa yang khas seperti namanya. Dan kuliner ini hanya terdapat di desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

     Sekilas tampilan Sayur lucu mirip sup tapi warna kuahnya lebih bening dan sayuran yang dimasak bukan sayuran sup seperti wortel dan buncis,  tapi mirip laos berdaun lebar. Itulah tanaman lucu yang menjadi bahan sayur lucu.

     Lucu sendiri adalah tanaman yang secara fisik mirip dengan tanaman laos yang tumbuh secara berkelompok dan tingginya bisa mencapai 1 meter, berdaun lebar. Bagian batang atau bunga tanaman lucu ini oleh masyarakat suku Using diambil untuk diolah menjadi sayur atau sambal.  Bagian batang yang bentuknya sekilas mirip sereh itu tersebut diiris kecil-kecil.

     Saat dicicipi, kuah sayur lucu ini rasanya segar dan ada asam manisnya seperti sayur asam. Bau sayur lucu agak langu dan rasanya mirip dengan sirih dan sedikit ada rasa mint, memberikan cita rasa yang khas.  Biasanya sayur lucu diolah dengan potongan daging dan tulangan ayam kampung yang diberi kuah dengan bumbu bumbu sederhana. Lauk pendampingnya adalah ayam kampung goreng dan ikan asin.

     Sayur lucu ini akan lebih lengkap bila dihidangkan dengan sambal lucu juga.  Sambal lucu berbahan irisan-irisan batang lucu dicampur dengan irisan kacang panjang serta gerusan Lombok, rasanya dijamin mantap dilidah.

Wisata Kuliner Pecel Pitik

Wisata Kuliner Sego Tempong

Wisata Kuliner Sego Cawuk

Wisata Kuliner Rujak Soto

Wisata Kuliner Jangan Uyah Asem

Wisata Kuliner Ayam Pedes

Wisata Kuliner Pecel Rawon

Wisata Kuliner Sop Kesrut

Wisata Kuliner Kupat Lodoh

Wisata Kuliner Lontong Campur

Wisata Kuliner Botok Tawon

Wisata Kuliner Sayur Dan Sambal Lucu

Wisata Kuliner Pelasan Uling

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar