Rabu, 11 Februari 2015

BATU GIOK (NEPHREIT / JADEIT STONE)

BATU GIOK
(NEPHREIT / JADEIT STONE)


     Batu giok sudah dikenal oleh bangsa Cina pada tahun 4000 SM sebagai bahan utama dalam pembuatan aksesoris, senjata, maupun perabotan. Dalam seni pengobatan Timur, batu giok diyakini sebagai perangsang aliran Chi (energi murni). Energi murni ini dianggap mampu mencegah penuaan sel-sel tubuh dan mengatasi aneka penyakit. Sementara itu, di suku Maya dan Inca, batu dengan kekuatan 6,0-7,0 Mohs ini dianggap sebagai “Pembawa Keselamatan dan Kesehatan”.
     Batu giok terdiri dari 2 jenis, yaitu Nephreit dan Jadeit. Nephreit memiliki warna yang agak keputih-putihan, serta memiliki tingkat kekerasan 6,0-6,5 Mohs. Sementara itu, jenis Jadeit memiliki nilai 6,5-7,0 Mohs. Giok jadeit setingkat dengan batu kuarsa. Jadeit memang lebih keras daripada nephreit, namun juga lebih mudah mengalami keretakan.



     Sampai saat ini, masyarakat masih mempercayai keberadaan batu giok sebagai sarana pengobatan. Di Indonesia, terapi batu giok bukanlah merupakan istilah yang asing lagi di telinga sebagian besar warga negaranya. Batu giok memang dapat memancarkan sinar infra merah yang dapat memperlancar aliran darah. Selain itu, gelombang yang terpancar dari batu giok dapat melancarkan metabolisme tubuh serta menghancurkan timbunan lemak.

BATU RATNA CEMPAKA (TOPAZ STONE)

BATU ZAMMRUD (ZAMBRUD STONE)

BATU BERLIAN (DIAMOND STONE)

BATU SAPPHIRE (SAPPHIRE STONE)

BATU RUBY (RUBY STONE)

BATU KECUBUNG (AMETHYST STONE)

AQUMARINE STONE

BLOOD STONE

AKIK STONE

CELESTITE STONE

CITRINE STONE

CLEAR QUARTZ STONE

FLUORITE STONE

GARNET STONE

JADE STONE

LODE STONE

MOON STONE

MALACHITE STONE

PERIDOT STONE

ROSE QUARTZ

SODALITE STONE

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar